Sudah banyak pelatih sepak bola Indonesia yang ditugaskan melatih timnas Indonesia. Mulai dari yang saya ingat sekali yaitu Coach Rahmad Darmawan (Coach RD). Saat itu waktu masih sekolah masih bocil saat itu 2005. Ada tim dari Papua yang masuk ke dalam jajaran kasta tinggi liga Indonesia. Di bawah asuhan beliau, talenta muda dari timur ini meraih kemenangan yang signifikan. Bahkan juara liga Indonesia musim 2005. Lalu pindah ke Sriwijaya F.C. mendapatkan juara Liga Indonesia 2007–2008.
Lalu beliau dipanggil untuk mengemban tugas membawa timnas Indonesia ke SEA Games meraih perak 2011 & 2013. Dengan Boaz menjadi kapten di laga Kualifikasi Piala Asia 2015 dengan Coach RD sebagai pelatih sementara, berhasil menyajikan permainan yang menarik saat melawan Arab Saudi. Walaupun sayangnya kalah tipis 1-2, sih. Wkwkwk.
Lalu setelah beberapa tahun itu semenjak 2013 ke atas. Masih bagus, cuma 2016 sampai 2018 saya tidak terlalu mengikuti. Salah satu alasannya, stasiun TV-nya ilang dari antena UHF. Mereka pindah ke digital dan berbayar. Dari 2020 akhir sampai sekarang saya sudah pake smartphone untuk nontonnya.
Momen yang mengejutkan, pada Desember 2019, datanglah pelatih baru bernama Shin Tae Yong dari Korea Selatan. Saya tahunya setelah timnas performa bagus di bulan ke berapa ya di tahun 2020? Tapi itu tampaknya baru pertandingan persahabatan dan uji tanding. Kalau nggak salah ingat, mereka bertanding di Kroasia September - Oktober 2020.
Di tahun berikutnya baru ada pertandingan resmi. Ya mau gimana lagi? Akhir tahun beliau masuk. Saat itu pula terjadi pandemi di seluruh dunia, Covid-19. Yaitu Piala AFF 2020 & Kualifikasi Piala Asia.
Pada tahun 2021 timnas akhirnya mendapatkan nafas baru, mental baru, strategi baru, dan fisik yang baru. Lewat didikan Coach Shin, para talenta muda terbentuk dengan bagus dan meningkat secara drastis. Coach Shin juga berani memangkas umur di timnas senior, dengan rata-rata umur pemain 23-24 tahun. Ada yang lebih muda juga sih.
Beberapa pertandingan sangat memukau dan menarik perhatian. Timnas kini lebih berani menarik ulur, maju meski bek lawan besar-besar, dan pertahanan yang solid. Coach Shin membawa timnas sampai ke final Piala AFF. Sekali lagi, timnas Indonesia harus kalah dengan juara bertahan wilayah Asia Tenggara, yaitu Thailand. Dan menjadi runner-up dengan hasil yang memuaskan. Itu menurut pendapat saya.
Setelah itu banyak prestasi yang cukup bagus. Seperti pada AFF 2023 lagi di kelompok remaja U-23, timnas mendapatkan runner-up lagi. Dan untuk pertama kalinya Indonesia lolos di Piala Asia pada babak 16 besar. Lalu Piala Asia U-23 AFC 2024 semi final, kalah 2-0 lawan Uzbekistan. Gilak. Saat lawan Uzbekistan asli.
Yang lebih mengejutkan lagi, Shin Tae Yong membawa Indonesia lolos ke Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dan mengamankan tempat di Piala Asia 2027.
Apalagi saat lawan Jepang. Timnas Sudah upgrade kaya gini, Jepang masih kayak main-main loh. Ya padahal, mereka pasti khawatir sih. khawatir sama Indonesia & Uzbekistan. Yang mana perkembangannya pesat. Tapi perlu digaris bawahi, perkembangan TIMNAS INDONESIA ya. Untuk liga Indonesia saya masih belum bisa menikmati lagi.
Namun sayangnya dari prestasi yang membanggakan itu, malah dirusak karena pergantian pelatih yang mendadak dengan segala anomali dan drama teteg bengek lainnya. Dengan alasan yang dilontarkan ke publik, Shin Tae Yong tidak berhasil memenangkan laga dengan Arab dan China(R.R. Tiongkok) di kualifikasi Piala Dunia 2026 yang sudah ada di depan mata dan lolos ke putaran ke empat loh.
Menurut saya jangan di tengah-tengah begini. Nanti hasilnya kurang memuaskan. Masalah ruang ganti? Itu biasa! Komunikasi bahasa? Tidak ada masalah. Lah kok bisa? Atau mungkin pengen yang lebih ger dan berani? Lah dengan komposisi seperti saat ini saja udah bagus. Karena ada pemain baru naturalisasi? Bertukar pendapat di ruang kepelatihan itu hal biasa. Ini kontrak belum habis dan bahkan perpanjang sampai ke Pildun. Malah diputus.
Maaf saya sangat kecewa dan marah. Tapi mau bagaimana lagi. Keputusan sudah dibuat kemarin. Dan bertambahlah isu ada pelatih baru yang siap mengganti. Lah? Petrick Kluivert yang problematik, katanya. Waduh. Blunder atau ngelawak?
Ah, syudahlah. Lama-kelamaan kortisol saya naik. Saya pikir ini ide yang buruk. Kita lihat saja ke depannya. Sekian. Terima kasih.