Hm ... Baru saja ingat semasa sekolah dulu. Sebuah cerpen yang menjadi bahan penilaian oleh guru Bahasa Indonesia. Saat itu kami murid-murid ditugaskan untuk membuat sebuah puisi dari cerpen jaman dulu.
Sajadah Empat Puluh Lima
Kala itu
Sajadah Empat Puluh Lima
Mengambang di udara remang
Kelepak kelelawar
Membawa di empat puluh lima saja
Semak belukar api yang membakar
Pancang-pancang besi berkarat
Darah nanah yang tumpah
Membuncak
Begitulah hidupmu
Bayang kepenatan melekat
Di wajah cantikmu
Perempuan perkasa gua gurba
Lelaki wisanggeni
Sajadah hijau bludru
Mengambang di udara remang
Tambah keemasan
Dengan darah di pojoknya
Pelabuhan lelaki kecil
Pelabuhan jiwa
Di usiamu
Empat puluh lima senja
by : NN
Sajadah Empat Puluh Lima
Mengambang di udara remang
Kelepak kelelawar
Membawa di empat puluh lima saja
Semak belukar api yang membakar
Pancang-pancang besi berkarat
Darah nanah yang tumpah
Membuncak
Begitulah hidupmu
Bayang kepenatan melekat
Di wajah cantikmu
Perempuan perkasa gua gurba
Lelaki wisanggeni
Sajadah hijau bludru
Mengambang di udara remang
Tambah keemasan
Dengan darah di pojoknya
Pelabuhan lelaki kecil
Pelabuhan jiwa
Di usiamu
Empat puluh lima senja
by : NN