Halo. Bagaimana suara teman-teman hari ini? Semoga sehat-sehat saja. Kebetulan saat tulisan ini dibuat, suaraku agak serak. Jadi di sini akan membahas sedikit mengenai kesehatan suara.
Berbicara, bergumam, bernyanyi, berteriak, menangis, tertawa, kita semua sering melakukannya kan? Tapi ketika kita melakukannya berlebihan, suara kita lama-lama akan melemah dan lelah, bahkan sampai tenggorakan terasa sakit.
Perlu diketahui, bahwa pita suara yang ada di dalam tenggorokan bentuknya sangat tipis. Bentuk ini juga sangat rentan terhadap berbagai gangguan, infeksi atau penyakit lainnya. Karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga kualitas suara. Meskipun teman-teman ada yang bukan berprofesi sebagai penyanyi atau pembawa acara.
"Suara adalah duta besar Anda pada dunia. Suara mencerminkan personalitas dan emosi kita. Penilaian orang pada kita salah satunya dipengaruhi oleh suara kita," kata Norman Hogikyan, peneliti dari University of Michigan Health System. Bapak Hogikyan memberikan tips untuk menjaga kualitas suara. Berikut tipsnya :
1. Cukupi kebutuhan cairan dalam tubuh.
Minumlah cukup air minum setiap hari. Hindari minuman beralkohol dan kafein. Pita suara kita bergetar sangat cepat, dan air akan menjaganya tetap berpelumas. Pada saat pagi hari setelah bangun tidur minumlah air minum sebelum memakan sesuatu dan menggosok gigi. Buah-buahan yang banyak mengandung air, seperti semangka, apel, pir, melon, jambu air atau yang lain juga sangat disarankan untuk dikonsumsi.
2. Istirahat bersuara.
Mereka yang pekerjaan sehari-harinya banyak menggunakan suara, seperti penyanyi profesional, pengamen, guru, da'i atau khotib. Disarankan untuk mengistirahatkan suaranya di antara periode-periode tertentu. Hal ini untuk mencegah timbulnya benjolan-benjolan di pita suara akibat pemakaian suara yang berlebihan.
3. Hindari merokok
Bila Anda sudah terlanjur merokok, berhentilah. Merokok meningkatkan risiko kanker tenggorokan dan asap rokok. Bahkan pada perokok pasif, bisa membuat pita suara iritasi.
4. Hindari pemakaian suara berlebihan
Hindari berteriak atau menjerit-jerit. Hindari juga bersuara dengan kencang di lingkungan bising. Bila tenggorokan mulai terasa kering atau suara mulai serak, kurangi penggunaan suara. Suara yang parau atau serak merupakan tanda pita suara Anda mengalami iritasi.
5. Jagalah otot leher agar tetap rileks
Jagalah agar tenggorokan dan otot leher selalu rileks. Bahkan ketika Anda menyanyikan nada tinggi atau nada rendah. Beberapa penyanyi memiringkan kepala mereka ketika menyanyikan nada tinggi dan menundukkan kepala ketika menyanyikan nada rendah.
6. Perhatikan cara bertutur
Bahkan penyanyi profesional pun bisa mengalami gangguan suara ketika mereka berbicara. "Saat berbicara, Anda harus banyak menarik napas," kata Hogikyan.
7. Jangan terlalu sering membersihkan tenggorokan.
Hindari berdahak terlalu sering untuk membersihkan tenggorok karena bisa menyebabkan suara parau. Minum cairan tanpa kafein hangat dapat membantu membasahi tenggorok. Menghirup uap air panas juga dapat membantu.
8. Dengarkan tubuh Anda
Jika Anda sedang sakit flu dan suara mulai serak, gunakan suara seminimal mungkin.
9. Gunakan alat bantu
Bila Anda perlu berbicara di depan umum atau di luar ruangan dengan publik yang banyak, gunakan alat bantu pengeras suara sehingga Anda tidak perlu berteriak.
10. Lakukan latihan
Pita suara juga perlu dilatih agar tetap lentur. Anda bisa melakukannya dengan cara bersenandung kecil di pagi hari sebagai "pemanasan" pita suara.
Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat. Saya berharap informasi ini tidak berhenti di Anda, sebarkan ke teman, keluarga, dan orang lain yang Anda kenal. Terima kasih.
Sumber : LiveScience
Status : Telah ditambah dan disunting oleh penulis blog.