Saat ini Aku gembira sekali. Aku berada di tempat yang hangat dan nyaman walaupun gelap. Ah, itu tidak masalah. Karena Tuhan telah menempatkanku di sini. Aku Bisa merasakan Ibu tersenyum, mendengarkan suara Ibu yang lembut.
Tapi Bu, kenapa beberapa hari ini Ibu menangis? Malam ini juga begitu. Bahkan ketika tangisanmu semakin deras, Ibu tiba-tiba memukulku. Meski pelan, Aku sangat kaget. Aku sangat ingin memelukmu dan bertanya, kenapa Ibu bersedih? Siapa yang telah membuat Ibu menangis..?
Tapi Ibu terus memukulku. Lama kelamaan semakin kencang. Sakit, Bu! Ibu! Sakit sekali, Bu. Aku tidak mengerti kenapa Ibu mencaci maki Aku. Apa salahku?
Ibu pun berteriak sambil menyebut nama seseorang. Ibu bilang dia Ayahku. Seseorang yang kemarin memukul Ibu.
Ibu. Aku ingin melihat wajahmu dan mengusap air matamu. Lalu mengucapkan kata sayang suapay Ibu tenang. Meski tangan ini masih kecil untuk memeluk, Aku berjanji setelah besar nanti, Aku akan selalu membahagiakan Ibu. Aku akan menjadi jagoan kecil yang siap melindungi Ibu dari orang-orang yang menyakiti Ibu.
Saat Ibu membawaku ke tempat asing itu.
Ibu, kenapa seharian ini Ibu tetap menangis? Apa Aku berbuat salah? Ibu, hukumlah Aku jika Aku salah. Tapi tolong usir benda yang menarikku ini! Ibu dia jahat padaku, dia menyakitiku. Ibu, tolong Aku! Sakit, Bu!
Kenapa Ibu tidak mendengar teriakanku? Benda itu menarik kepalaku dan rasanya leherku ini mau putus. Dia bahkan menyakiti tanganku yang kecil ini. Dia terus menarik dan menyiksaku. Sakit! Oh Ibu, tolong hentikan semua ini! Aku tidak kuat kesakitan seperti ini, Ibu.
Setelah Aku dijemput paksa.
Ibuku tercinta yang paling kusayang. Aku sudah bersama Sang Pencipta di sini. Banyak pertanyaan yang aku sampaikan kepada-Nya. Dan ada jawaban yang aku sendiri tak mengerti. Jawaban yang membuatku dijemput pulang lebih awal. Dia itu menyakitiku, Ibu. Sedih rasanya Ibu tidak bisa berbuat apa-apa selain menahan rasa sakit itu.
Teman-temanku yang senasib mengatakan kalau Aku adalah hal yang paling tidak diinginkan Ibu. Ibu juga sangat malu karena aku tiba-tiba datang turun ke dunia? Mana mungkin Ibuku seperti itu. Ibuku orang terbaik di dunia. Benar kan, Bu? Akulah jagoan kecil yang akan melindungi Ibu. Aku tidak akan nakal dan tidak akan pernah membuat malu.
Teman-temanku di sini juga mengatakan, kalau semua sudah direncanakan ibu. Ibu yang memanggil supir taksi itu. Ibu yang membuatku pulang lebih awal. Ini juga tidak benar, kan? Ibuku tidak setega itu padaku. Ibuku orang terlembut di dunia.
Maafkan Aku, Ibu. Aku sudah berusaha sekuat tenaga melawan dan bertahan. Keinginanku membahagiakan Ibu, sudah lenyap. Benda itu memisahkan beberapa bagian tubuhku yang mungil ini. Keinginanku untuk hidup bersama dengan Ibu juga telah sirna. Aku tidak pernah sempat menghirup yang namanya oksigen dan melihat wajah cantik Ibu.
Maafkan Aku juga, karena gagal menjadi jagoan kecil Ibu. Terima kasih. Sampai jumpa lagi, Ibu.